Surprise blessings

March 10th, 2008 by fajaranugerah

Allah is truly Great. He always has a way with surprising us with His blessings.

There are three which are most memorable for me, there surely are more than three occasions in total but my humble human brain can only recall those three.

The first is when I received a call from British Council announcing that I had been selected as a candidate for a postgraduate study scholars and that I would be interviewed at a given time. It was April 20th, 2006. It was my birthday. I was working in Aceh, visiting an outreach child protection post for the internally displaced people, somewhere in the middle of a jungle. I was having trouble contacting UNICEF’s HQ to report my position via SatPhone and radio call in the UN car. Suddenly, there it was, a ring on my cellphone. It was so surprising that I thanked Allah and told him that even if I didn’t actually get the scholarship, it was a great gift for my birthday.

The second is when I was called by British Council again about three weeks ago. The call informed me that I have been shortlisted for a job interview and that I have been sent an email to inform me further of the arrangement. I was surprised because the job application confirmation email that I received clearly stated that if I didn’t hear anything by 15th of February, I must assume I didn’t make the shortlist. When I received the call, I was at loss for words. I haven’t checked my email in a while and I was quite desperate for work. I had been applying for 23 vacant posts and less than 25% responded at all (yes, I do keep tab, even made a spreadsheet in Excel to monitor my application). I was desperate also because my wife was pregnant and we would need a more stable income.

It was truly amazing. British Council’s vacant post was one of few posts that I was not overly optimistic that I would be called on. The initial application process itself is one of the most challenging and demanding of all that I’ve been through (the other is the most recent, my application for Ibu Foundation. I was required to take a full day psychological testing, FGD and interviewed while I received news that my wife had a miscarriage). I was required to fill a form which in certain part require me to elaborate my skills and experience in a Behavioral Event Interview-format (Situation-Task-Action-Result).

The most recent is yesterday, when I received a text message from the lead interviewer for the British Council’s job application.  My wife and I were in sad mood because she had a miscarriage. The lead interviewer, a Mr. Hugh Moffat, text-ed me asking whether he could call me soon after. I did mention in our interview session done last week, that I would like to be notified as soon as possible as I was expected to give my confirmation regarding my availability for the position of Language Assistant for US Embassy’s technical assistance project for which I have been interviewed and offered the position earlier. I was driving with my wife when the text came in. I asked my wife to reply that I was driving and that he should wait for another 10 minutes. After I am ready to take the call, I texted him again telling him so. He called to confirm that I am indeed selected for the position. I was speechles again, I mumbled something incoherent (I think) which I hope will not cancel my being offered the position. I was overwhelmed that the lead interviewer, who is also going to be my supervisor for the position, actually called me personally and even texted me in advance to ask for the permission to call me. I felt so appreciated. He even went so far as to tell me that I was the best candidate for the position. Alhamdulillah.

Truly Allah is Great. This I learn from all the three surprised blessings. That Allah indeed loves us and that if we worked hard enough, prayed hard enough and be patient…He would grant with blessing and lifted us from difficulties. And do it in a most mysterious and surprising way. Perhaps, only in such way that I will truly valued the blessings. Alhamdulillah ya Allah.

Go West

August 11th, 2007 by fajaranugerah


Pet Shop Boys - Go West Lyrics


Saya merasa lagu ini merupakan seruan yang sesuai dengan apa yang akan saya sampaikan. Silakan baca sambil mendengarkan lagunya di http://www.youtube.com/watch?v=39KZ2afBtLU

Bagi teman-teman yang merasa bahwa karirnya tidak bisa lebih maju, atau merasa bahwa sebenarnya potensinya lebih besar daripada apa yang bisa ditawarkan oleh pekerjaannya di Indonesia sekarang, atau merasa ingin mengembangkan dirinya lebih lanjut. Ini seruan saya…Go West


Come on, come on, come on, come on


(Together) We will go our way
(Together) We will leave someday
(Together) Your hand in my hands


(Together) We will make our plans

Barat mana? Jawa Barat? Bukan…walaupun saya sangat mencintai Jawa Barat…yang saya maksudkan adalah negara-negara maju di belahan bumi bagian barat.

Kenapa pergi ke Barat? Di negara maju, peluangnya lebih besar bagi kawan-kawan yang merasa potensinya lebih besar daripada apa yang bisa ditawarkan di lini karirnya sekarang di Indonesia.
Bayangkan, mereka sekarang mengalami tingkat pertumbuhan hampir mendekati nol. Kebutuhan mereka akan tenaga ahli (maupun kasar, sebenarnya) sedemikian tingginya hingga mereka menawarkan banyak pekerjaan teknik ke luar negeri (outsourcing ke India dan Cina) dan juga mengundang banyak tenaga ahli, praktisi dan akademisi untuk bekerja dan mengajar di negara mereka.
Insentif dan remunerasi yang ditawarkan di negara-negara ini jelas jauh lebih tinggi dibandingkan yang bisa (sebagian besar) kita dapatkan di Indonesia. Walaupun biaya hidup dan pajaknya juga lebih tinggi, gaya hidup kita yang (cenderung) sederhana (dibandingkan mereka) dan standar kehidupan yang lebih nyaman (walaupun terlalu nyaman bagi saya) membuat rencana pergi ke Barat ini lebih menarik.

Sebagai ilustrasi, pekerjaan merapikan buku dan mengkatalogkan judul buku, yang saya dapat di Universitas, dihargai sekitar 7 pounds per jam…kalikan angka tersebut dengan 18000 utk konversi ke rupiah!
Ini hanya pekerjaan casual tentunya dan kita harus hitung pajak pendapatan mereka (yang sebenarnya berfungsi sebagai insurance dan social security ketika tua nanti…kita tinggal hidup dari tunjangan pemerintah yang dikumpulkan dari pajak gaji kita tersebut).
Pekerjaan kasar seperti tukang bersih-bersih digaji sekitar 5 pounds, data entry clerk sekitar 6 pounds, pekerjaan yang lebih membutuhkan keahlian bisa hingga 10 pounds per jamnya.
Biaya hidup di kota saya, Colchester…dengan 700 pounds (dari tunjangan beasiswa) Telie dan saya sudah bisa hidup berkecukupan…makan masak sendiri, daging seminggu 2-3 kali, bisa nonton sebulan 1 x, beli buku 2-4 setiap bulannya dan menabung.

Mari kita sama-sama rencanakan pergi ke Barat


(Together) We will fly so high


(Together) Tell all our friends goodbye
(Together) We will start life new
(Together) This is what we’ll do

(Go West) Life is peaceful there
(Go West) In the open air
(Go West) Where the skies are blue


(Go West) This is what we’re gonna do

Di negara-negara Barat, selain angka pertumbuhan makin mendekati nol, laju perekonomian makin cepat namun masyarakat produktifnya semakin tidak produktif. Walaupun saya tidak (belum) bisa memberikan angka empirik, teman-teman bisa google harian-harian terkemuka di negara-negara maju. Terutama cari artikel mengenai semangat kerja dan aspirasi masa depan generasi mudanya. Kebanyakan generasi muda di negara-negara maju ini dilihat sebagai semakin tidak produktif, karena mereka semakin terbiasa dengan gaya hidup santai, konsumtif dan hedonis.

Kawan-kawan juga bisa baca bahwa sebagian besar negara maju mengalami kecemasan mengenai laju pertumbuhan imigran. Di satu sisi, para imigran semakin memainkan peranan penting dalam aktivitas ekonomi mereka…mulai dari pekerjaan kasar hingga spesialis (dokter, financial manager, social worker, creative media worker, adminstration worker, dsb) mulai diambil alih oleh para imigran, kebanyakan dari Eropa Timur dan Asia. Orang-orang dari negara berkembang seperti kita, tidak terlalu cerewet masalah health insurance misalnya, tapi bekerja lebih tekun dan bersemangat dibandingkan para pekerja lokalnya. Dalam hal ini, perekonomian mereka diuntungkan oleh tenaga kerja murah, siap pakai dan (dalam banyak kasus) dispensable.
Di sisi lain, tenaga kerja lokal mereka semakin tidak kompetitif. Tenaga kerja lokal cenderung menuntut terlalu banyak, bekerja tidak sekeras para immigran dan cenderung terbatas dalam hal pengembangan diri dan karir.
Ada pengalaman menarik dari Telie, ketika ia bekerja di sebuah Residential Care for Elderly (Panti Jompo bahasa Indonesianya mah)…dia berbincang-bincang dengan anak-anak usia 18-20 tahun yang bekerja di sana (BTW, istriku ini disangka berumur 14 tahun lho…umur legal utk bekerja di UK), dia bertanya kepada mereka mengenai cita-cita mereka…jawabannya adalah ya pekerjaan yang mereka lakukan sekarang itu juga sudah cukup.
Kemudian teman-teman juga bisa cari tahu angka lulusan pendidikan tinggi di sini. Kebanyakan sarjana/undergrad, mahasiswa S2/Master, doktoral dan post-doctoral adalah mahasiswa internasional (bukan dari negara yang bersangkutan).

Jadi peluang terbuka luas bagi kawan-kawan yang mau belajar di LN ataupun mencari penghidupan.


(Go West, this is what we’re gonna do, Go West)

(Together) We will love the beach
(Together) We will learn and teach
(Together) Change our pace of life
(Together) We will work and strive

Percayalah kepada saya ketika saya bilang, kalau kita pernah ke LN (bukan utk shopping tentunya)…kita akan menjadi orang yang berbeda. Minimal wawasan kita akan lebih luas, dengan bertemu dan berinteraksi secara intensif di komunitas yang berbeda latar belakang budayanya. Kita juga bisa belajar tentang disiplin mereka tentang waktu, yang kemungkinan besar dibentuk oleh kebiasaan hidup dengan 4 musim, sehingga menghargai waktu yang bisa digunakan untuk menikmati matahari dan beraktivitas di cuaca yang mendukung.

Kalau teman-teman tipe pejuang, pekerja keras dan punya mimpi yang tinggi. Pergi ke Barat mungkin adalah alternatif yang menarik.

(I love you) I know you love me

            (I want you) How could I disagree?
            (So that’s why) I make no protest
            (When you say) You will do the rest

            (Go West) Life is peaceful there
            (Go West) In the open air
            (Go West) Baby you and me
            (Go West) This is our destiny (Aah)

             (Go West) Sun in wintertime
            (Go West) We will do just fine
            (Go West) Where the skies are blue
            (Go West, this is what we’re gonna do)

            There where the air is free
            We’ll be (We’ll be) what we want to be (Aah aah aah aah)
            Now if we make a stand (Aah)
            We’ll find (We’ll find) our promised land (Aah)

            (I know that) There are many ways
            (To live there) In the sun or shade
            (Together) We will find a place
            (To settle) Where there’s so much space

Apakah semudah itu untuk bekerja di negara Barat? Tentu tidak…ada hal-hal yang harus kita siapkan.
Pertama-tama, kita harus punya kemampuan bahasa yang memadai…sebaiknya bukan hanya dibuktikan melalui sertifikasi ujian bahasa…namun juga dari kemampuan kita untuk melakukan percakapan formal presentasi, menulis laporan profesional dan membaca literatur ilmiah/laporan kerja.
Kedua, kita sebaiknya punya pengalaman kerja yang cukup di bidang kita masing-masing. Tentunya perusahaan-perusahaan dan institusi akademik tidak akan menerima orang-orang yang akan bisa memberikan kontribusi apa-apa atau tidak punya potensi/modal untuk dikembangkan. Walaupun kita ingin melamar sebagai tukang bersih-bersih, ada baiknya kita menguasai dengan sebenar-benarnya pekerjaan bersih-bersih tersebut (jenis pembersih, cara membersihkan, perlengkapan membersihkan, dsb).
Ketiga, kita menguasai ICT. Kemampuan komputer dan teknologi informasi merupakan sesuatu yang akan bisa menentukan apakah kita bisa bisa meloncati jurang pemisah preferensi para perusahaan & institusi tersebut pada tenaga kerja dan akademisi lokal. (Terserah percaya atau tidak, anak-anak muda di UK…terampil menggunakan IPod tapi tidak tahu fungsi2 di HPnya sendiri…profesional muda di sini, tidak bisa mengoperasikan DVD player dan HiFi set tanpa sesekali bertanya pada helpline atau memanggil teknisi :D).
Keempat, kita memiliki kesungguhan dan etos kerja yang baik. Sikap kerja yang Can-Do dan selalu berorientasi pada pengembangan diri dan inovasi adalah sesuatu yang akan menentukan laju karir kita di sini.

  (Without rush) And the pace back east

            (The hustling) Rustling just to feed
            (I know I’m) Ready to leave too
            (So that’s what) We are gonna do

            (What we’re gonna do is
            Go West) Life is peaceful there
            (Go West) There in the open air
            (Go West) Where the skies are blue
            (Go West) This is what we’re gonna do

            (Life is peaceful there)
            Go West (In the open air)
            Go West (Baby, you and me)
            Go West (This is our destiny)

            Come on, come on, come on, come on

Saya bukan seorang anti nasionalis. Saya hanya ingin menggugah teman-teman yang potensinya besar namun "terjebak" dalam kotak.
Saya bahkan menyarankan bahwa ketika kita sudah merasa cukup ilmu, cukup kemampuan dan cukup kesejahteraan (kalau bisa merasa cukup :D) agar ktia kembali lagi ke Timur…kembali lagi ke negara kita. Kita coba kembangkan negara kita ini supaya bisa mengembangkan hal-hal positif yang kita temui di Barat namun mempertahankan hal-hal positif di Negara kita.
Percayalah…sebaik-baiknya negeri orang lebih baik negeri sendiri. Lagi pula, pensiun di negeri sendiri dengan tabungan kurs luar negeri pasti akan terasa lebih "sejahtera" :D

(Go West) Sun in wintertime
(Go West) We will feel just fine
(Go West) Where the skies are blue
(Go West) This is what we’re gonna do

(Come on, come on, come on)
(Go West)

(Go West)
(Go, ooh, go, yeah)
(Go West)
(Go, ooh, go, yeah)
(Go West)
(Go, ooh, go, yeah)
(Go West)
(Go, ooh, go, yeah)
(Gimme a feelin’)
(Gimme a feelin’)
(Go West)
(Gimme a feelin’)
(Gimme a feelin’)
(Go West)
(Gimme a feelin’)
(Gimme a feelin’)

Telie in Britain

July 22nd, 2007 by fajaranugerah

0800_britainMasih inget komik Asterix dan Obelix di Inggris? Kalau inget, ada adegan mengenai Asterix dan Obelix terlibat dalam pertandingan rugby seperty di ilustrasi sampulnya…coba perhatiin bagian nama desa/tim yang bertanding. Mereka adalah Camulodunum dan Durovernum. Dan tebak apa? Camulodunum adalah nama romawi kuno untuk kota di dekat Universitas tempat saya belajar sekarang, Colchester. Dan memang kota ini terkenal dengan kastil bersejarah peninggalan jaman romawi kuno-nya.
He he he…tanpa kami sadari, ternyata kami tinggal di lokasi bersejarah, bukan karena ini lokasi desa tertua di Inggris…melainkan karena ini salah satu lokasi yang dikunjungi Asterix dan Obelix!
Sekarang tinggal berusaha untuk mengunjungi Tower of London di mana Obelix pernah disekap. :P

Mixed feelings

July 21st, 2007 by fajaranugerah

I closed the book with a sigh. It’s a
relief to finally find out all the red
threads lead somewhere conclusive. Ukadultdeathlyhallows
Yet,
I felt a pang of regret. That I will no
more be excited at another release Potter book,
That there will be another books which will
make want to read without stopping until
I finished the last page, I am sure of this. But
it will not be the same.
No other book series can turn millions
of children (teeanagers and adults
alike) from their modern trappings, of
video games, television, computer, text
messaging and Ipod…like Harry Potter.
In the time where book seemed like a
lost relic, Potter bring back the lost
magic of storytelling.
It is not as deep and illustrative as
JRR Tolkien’s LOTR trilogy but it’s as
captivating.
I am glad that my wife and I took part
in the memorable event of modern
literatur history.
I just hope that someday we will be able
to make our children transfixed to books
as we have been by Harry Potter books.

The big showdown

July 21st, 2007 by fajaranugerah

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu (dan mungkin ditakuti)
sebagian besar anak-anak (dan pencinta buku) di seluruh belahan dunia sudah
datang. Hari ini, tepatnya tengah malah tanggal 21 Juli 2007, bagian terakhir
dari cerita panjang Harry Potter sudah beredar resmi.

Hp7_child_high1_1
Buku ketujuh yang bertajuk Harry Potter and the Deathly
Hallows telah menjadi salah satu judul (kalau bukan yang paling) ditunggu oleh
pembaca buku. Ribuan kopi buku sudah dipesan jauh-jauh hari agar para pembaca
bisa mengambil buku ini tepat tengah malam hari ini.

Gagasan
peluncuran buku tengah malam ini cukup unik dan controversial. Unik karena
untuk buku yang dikategorikan oleh sebagian pengamat sebagai buku bacaan anak,
peluncuran perdana buku pada waktu tengah malam pada awalnya disangsikan akan
cukup mengundang pembacanya untuk tetap bangun melampaui waktu tidur normalnya.

Kontroversial
karena sejak beberapa buku sebelumnya, penerbit utama buku ini (Bloomsburry)
membuat para distributornya untuk menandatangani perjanjian kerahasiaan khusus,
bahwa sebelum peluncuran resminya tidak boleh ada bocoran informa
Cc53d074ddf594907452273552652fe9si apapun
kepada publik. Khusus untuk buku terakhir ini, sang penulis, JK Rowling dan
penerbitnya bahkan membuat kesepakatan legal dan seruan kepada media massa
untuk tidak membahas plot cerita sebelum waktunya, agar tidak merusak
kesenangan para pembacanya ketika menerima buku mereka pertama kalinya.

Gagasan pemasaran
yang unik ini dikembangkan lebih jauh dengan mengemas acara peluncuran dengan
kegiatan-kegiatan yang unik. Di lokasi peluncuran utama buku ini misalnya,
London, JK Rowling tadi malam membagikan buku yang ditandatanganinya kepada 500
pemesan yang diundi melalui sayembara dan kemudian mengadakan kegiatan baca
buku bersama. Dengan jumlah halaman yang melampaui 700 halaman, Anda bisa
bayangkan berapa lama anak-anak ini harus tetap terjaga lebih lama lagi.
Walaupun diwarnai sebagian anak menguap dan tertidur di pangkuan orang tuanya,
sebagian besar bertahan hingga acara usai.

Ukadultdeathlyhallows_1
Di lokasi tempat
saya melaksanakan studi, Colchester, toko buku lokal melakukan kegiatan yang
lebih kreatif lagi. Mereka mengundang 200 pemesan buku pertama untuk mengadakan
kegiatan bersama. Kegiatan dimulai sekitar pukul 10 malam di Kastil bersejarah
peninggalan jaman Romawi kuno. Kastil yang juga berfungsi sebagai museum ini
disulap menjadi Kastil Hogwarts, tempat dimana Harry Potter dan kawan-kawannya
bersekolah seperti diceritakan di bukunya. Kemudian para peserta dibagi-bagi
menjadi 4 kelompok berdasarkan pembagian asrama di Hogwarts, yaitu Griffindor,
Slytherin, Hufflepuff dan Ravenclaw. Sebagian besar anak merengek dan minta
tukar asrama ketika mereka tidak mendapatkan asrama di mana Harry berada, yaitu
Griffindor.

Kemudian,
kelompok-kelompok ini diarahkan untuk melakukan aktivitas di 4 ruangan yang
berbeda, untuk kemudian secara bergiliran berpindah ke ruangan yang lain.
Aktivitas yang dilakukan cukup menarik, meliputi kelas Potion bersama Snape
(salah satu peran guru yang dikesankan galak dan diperankan secara mirip sekali
oleh salah satu pegawai toko buku Red Lion) dimana para “siswa” harus menjawab
pertanyaan dari sang guru seputar ramuan-ramuan sihir, sesuai dengan apa yang
diceritakan di buku. Kegiatan di ruang lainnya adalah semacam berburu harta
karun, dimana para peserta diberikan secarik kertas berisi petunjuk-petunjuk
dan pertanyaan yang berhubungan dengan kisah Harry Potter dan informasi di
dalam museum. Setelah selesai di bagian ini, para peserta kemudian berpindah ke
ruangan di mana seorang guru alkemi, ilmu kimia sihir, memeragakan beberapa percobaan
sihir dan membuatkan tongkat sihir bagi peserta. Ruangan terakhir diisi oleh
musisi yang berkostum hantu, di sini peserta diajak bermain dengan menggunakan
petunjuk berupa alunan musik. Para musisi akan memainkan beberapa lagu singkat
yang harus diikuti peserta dengan gerakan-gerakan tertentu (bergerak menuju
lokasi tertentu di dalam ruangan, berpose menggunakan tongkat sihir, dsb).
Sebagian besar anak terlihat bersemangat walaupun menjelang tengah malam,
sebagian terlihat mulai mengantuk dan rewel.

Deathly_hallows2
Setelah serial
Harry Potter diakhiri dalam buku ketujuh ini, saya dan sebagian besar
pembacanya tentu merasa lega sekaligus sedih. Lega karena akhirnya dahaga kami
akan akhir cerita perseteruan Harry dengan Voldemort sudah terungkap. Sedih
karena khawatir tidak akan ada lagi buku yang bisa membuat kami menghabiskan
waktu kami menyelesaikan satu buku dan menanti buku berikutnya keluar.
8029086bq5

Serial Harry
Potter layak dihargai karena telah berhasil mengembalikan minat baca anak-anak
dan orang dewasa di masa di mana hiburan elektronik seperti televisi dan
permainan elektronik sudah sangar mewabah.

Growing Pains theme song lyric

June 5th, 2007 by fajaranugerah

Show me that smile again. (Show me that smile)
Don’t waste another minute on your cryin.

We’re nowhere near the end (nowhere near)
The best is ready to begin.
Growing_pains_screenshot1

Oooohhh. As long as we got each other
We got the world spinnin right in our hands.
Baby you and me, we gotta be
The luckiest dreamers who never quit dreamin.

As long as we keep on givin
We can take anything that comes our way


Baby, rain or shine, all the time


We got each other
Sharin the laughter and love
.Growingpains_s1

Squirrel in New Zealand

March 3rd, 2007 by fajaranugerah

I always want to make my wife happy. Recently, we discussed the possibility of someday residing in New Zealand.
I offered the idea knowing that it’s a calm small country, with adequate public service, lovely nature and not that far from Indonesia.
Of course it’s not like something we’re actually going to do…but it’s just wonderful to think and plan for your retirement, dont you agree?
Being the dreamy little girl that I know her so much…my wife developed this idea into a full set fantasy…
She said she does not wish to have a big house but would prefer large lawn…I said okay
She said, she wants to have animals living around the house…I offered sheeps…something I know for sure abundant in New Zealand.
She said…she wants to have bunnies…hmm maybe one or two, I said
She said…can she have hamsters…why not, they are small enough, I said
She then hinted for another animal…something that lives on trees and grey…hmm birds…bats?
She said…no…Squirrel…saying this with her lovely bright eyes of her.Best_squirrel_shot

I hate to burst her bubble but I said…there is no naturally-living (maybe pets but not wild ones) squirrel in New Zealand, Dear…
She stared at me with disbelief and suspicious look…
Really? How can that be possible for a country not to have squirrels…apparently she thinks that squirrels live everywhere…the kinds of sweet fallacy my wife frequently have about cute animals, happy things and almost any thing  she put her mind on.
I tried to explain to her about biodiversity…about geographical restrictions to species distribution…about biological characteristic of certain species specific for certain region or climate or environment conditions
She thought I was only teasing her…so she searched the web for squirrels in New Zealand.
Along the process, we found out that she in fact thought that New Zealand is somewehere between Indonesia and Australia (Christmas Island being part of her image of where New Zealand is).
She was kinda upset to find out that it is even further than Australia, from Indonesia, and mostly dominated by birds and sheeps
Well, I’ve told her that today she will find something in the internet about squirrels in New Zealand.
I have told her that if she believes enough about it, a squirrel somewhere in New Zealand will exist by the time we are supposed to retire there
And I made this posting for her to be able to find an entry on Squirrel in New Zealand…which is why I kept throwing the words around.

UN goes to game advertising

December 27th, 2006 by fajaranugerah

 

Salah satu lembaga bantuan kemanusiaan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa), World Food Program (United Nations’ World Food Programme), memulai inisiatif yang terhitung unik. Mereka meluncurkan sebuah adver-edu-game tentang bagaimana WFP melakukan kegiatannya dalam membantu mengatasi bencana kelaparan di suatu negara.

Screenshot_level_description_foodforce
Food Force, begitu game ini dinamai, mengambil setting di sebuah negara fiktif Sheylan, yang sedang menghadapi konflik bersenjata, kita berperan sebagai tim WFP yang diterjunkan ke

sana

. Kita harus memainkan 6 misi yang menggambarkan dengan menarik dan menantang, standar operasional prosedur yang dilakukan WFP ketika memberikan bantuan kemanusiaan. Keenam misi tersebut adalah mensurvey lokasi pengungsi (IDP-Internally Displaced People), Screenshot_3foodforce
mengembangkan jenis nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan penduduk, melakukan air drop sebagai penanggulangan darurat sementara, memesan bahan makanan, mengemudi truk konvoy pembawa makanan dan mengalokasikan makanan untuk program jangka panjang.

Bagi penulis, game ini menarik karena Screenshot_1foodforceberhasil memberikan ilustrasi tentang bagaimana WFP bekerja dan tantangan yang mereka hadapi dalam membantu bencana kelaparan. Misalnya dalam misi tentang meneliti dan memproduksi nutrisi yang sesuai, kita jadi paham bahwa kenapa bantuan makanan yang diberikan WFP biasanya kurang enak (bagi yang Screenshot_4foodforce
pernah bekerja
di situasi bencana/konflik pasti tahu), karena mereka dibatasi dana dan memprioritaskan pada asupan nutrisi “minimum” (sehingga menyulitkan ketika harus memberi makanan bantuan pada anak, misalnya, yang lebih cenderung menyukai makanan manis dan tidak sehat).
Game ini juga menyampaikanScreenshot_6foodforce
secara
implisit bahwa WFP selalu akan butuh dana darurat yang harus mereka gunakan ketika ada kondisi “darurat pangan” (alias bencana kelaparan) di manapun di dunia, jadi bantulah WFP dan UN.

Game ini dikembangkan oleh Deepend di Screenshot_5foodforceItalia dan pemrogramannya dilakukan oleh Playerthree di London, tentu saja dengan keterlibatan WFP. Alamat website tempat kita bisa mengunduh game ini adalah http://www.food-force.com/index.php/game/downloads/. Ukuran download untuk Screenshot_2foodforceversi Windows adalah 227 Mb dan Mac 198 Mb. Websitenya juga memberikan informasi mengenai bagaimana menggunakan game ini dalam setting pendidikan (lesson plan for teacher), mengundang para pemain untuk melihat skor mereka di antara pemain2 lain di dunia (kita ditawarkan untuk mengirimkan skor akhir setelah kita memainkan game ini) dan menampilkan blog salah seorang karakter fiktif dalam game ini yang menulis tentang situasi bencana kelaparan saat ini di seluruh dunia. Plus, kita juga bisa mendownload desain label (untuk ditempel di permukaan CD) dan cover (CD sleeve) game ini (bila kita membakarnya kedalam kepingan CD) dan mencetaknya sendiri untuk dilipat dan dibuat menjadi cover CD yang menarik. (PsychoFox-Dec 2006).Screenshot_7foodforce

 

letter to a friend, on game addiction

December 24th, 2006 by fajaranugerah

On game addiction, I have a stong affinity to games (be it PC or consoles). I think I will forever remain an avid fan of game. I think they’re the ultimate in Art and Entertainment, incorporating music, animation, acting, singing, story telling, interactive performance wrapped in logical problem solving served in mindboggling state of the art technological advances. I also believe that modern day technology is advanced significantly by gaming world.

One of my favorite illustration on this is the Metal Gear Solid series. I think Hideo Kojima (the creator) is a genius not only in the creative design and technology he brought to MGS series (did you play the PSP’s MGS Ops?) but also he is a cunning and engaging storyteller. The way he presented the actual problem of war and conflict in the game is just unrivaled. He always stays current with the global issue of conflict. In MGS4 as is happening now in Iraw, the setting is Middle East and the main actor is PSC (Private Security COmpany, private entity providing military "assistance", in short modern day capitalistic mercenary groups).

So for my friends out there, games are not just Winning Eleven and Championshop/Football Manager (or for those who fancy violence maybe Doom, Quake, HALO, CounterStrike), you know. There are more intellectually stimulating games from different genres like Civilization series (which I am now used to poison my sweet li’l wife with), SIM City series, just to mention some of the most known titles.

So for my friends who are already or soon to be parents…remember games are not bad…it’s the overplaying of them that are dangerous for children’s development. One of the way to prevent that is for us parents, to accompany them while playing. And just to make you a good company and not be humiliated by your children (like being beaten 11-2 on WE by 12 years old in rental game, as happened to one of our friends) why not start playing now? ;D

Formula baru?

December 20th, 2006 by fajaranugerah

Knowledge is Power (Sir Francis Bacon)

With great power comes great responsibility (Uncle Ben, the Amazing Spiderman #4)

If we tried to put that two famous wise words into a math formulae, it would go something like this

Knowledge = Power

Power/Responsibility=1

x(value variable) x Knowledge = x(value variable)x  Power = x (value variable) x Responsibility

x > 0

Therefor if you do not want to assume any responsibility, you better not have any knowledge at all.

Those with more knowledge, ought to have more responsibility.

(a tribute to my colleagues Andini and Arya, whom I have utmost respect in terms of knowledge)

Jadi kalau mau jadi orang yang hebat, harus siap bertanggung jawab lah…