Campus critic

Makna Sebuah Lustrum Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran pada
tahun ini merayakan lustrumnya yang ke 8, yang berarti usia fakultas
kita ini sudah mencapai 40 tahun. Beberapa acara yang meriah
diselenggarakan dalam rangka lustrum ke 8 tersebut, diantaranya adalah
Seminar tentang Schizophrenia, Wisuda yang lebih megah dan temu Alumni
yang diselenggarakan di sebuah hotel. Adalah wajar apabila peringatan
berdirinya suatu institusi/lahirnya seseorang yang genap 40 tahun
ditandai dengan penyelenggaraan kegiatan yang besar, karena ada rasa
bangga yang muncul bahwa institusi tersebut/orang tersebut dapat
bertahan hidup selama itu dan tentunya telah mencapai beberapa
prestasi/pencapaian tertentu. Tetapi mari kita tilik kembali apa yang
sebenarnya dapat kita lakukan atau kita maknakan dari kesejarahan
Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Sejak perpindahan kita dari
Dago Pojok, ada beberapa perubahan: Sekarang Gedung Fakultas Psikologi
Unpad menjadi 2, dengan pembagian peran (seharusnya) Gedung 1 sebagai
pusat Administrasi Perkuliahan dan Ruang Jurusan, Gedung 2 sebagai
pusat aktivitas Perkuliahan dan Kegiatan Kemahasiswaan.Fasilitas
Laboratorium Praktikum yang lebih memadai disbanding di Dago
PojokLapangan Parkir yang lebih luasMushalla dan ruang Kantin (sekarang
sedang dipugar) Hal di atas bila dilihat dari faktor fisik, dari faktor
non fisik kita sudah berganti 3 kali dekan sejak itu, ada pemisahan
program profesi dan sarjana yang lebih jelas dibanding dulu, sudah ada
penambahan beberapa dosen muda, dan lain sebagainya. Hal itu semua
merupakan suatu prestasi tersendiri, namun ijinkan saya untuk
mengajukan beberapa hal peningkatan yang masih dapat kita lakukan dalam
kurun waktu 5-10 tahun ke depan. Peningkatan yang, ketika kita genap
berusia 50 tahun, dapat lebih menunjukkan diri kita sebagai Fakultas
Psikologi yang terkemuka dalam kualitas pendidikan dan penelitian di
tingkat Asia/Asia Tenggara (Dunia ?). Beberapa hal peningkatan tersebut
adalah antara lain : Apakah sebenarnya misi Fakultas Psikologi Unpad
yang definitive, saya pikir masih banya orang yang tidak tahu. Padahal
bukankah Visi yang baik akan lebih mudah dicapai apabila disusun
bersama dan terkomunikasikan kepada semua pemegang kepentingan (stake
holder) ? Sebaiknya diadakan sosialisasi visi kepada semua civitas
akademika (mahasiswa, staff pengajar, staff administrasi, alumni dan
orang tua mahasiswa).Apa sebenarnya rencana kerja Dekan kita ? Saya
pikir seperti juga poin mengenai misi, hal ini sebaiknya
disosialisasikan kepada semua pemegang kepentingan. Kalau saja semua
pihak tahu apa yang ingin dicapai tentunya semua pihak akan tahu dimana
harus berperan dalam pencapaian tujuan tersebut. Lebih baik lagi
apabila penyusunan visi, misi dan rencana kerja ini juga melibatkan
semua elemen (mahasiswa, staf pengajar dan administrasi) sehingga
prosesnya bukan top down. Kemungkinan terbentuknya sense of
belongingness pun akan lebih besar dan mengarah kepada joint effort
yang tinggi.Alangkah baiknya kalau mahasiswa dan kegiatan mahasiswa
tidak dipandang hanya sebagai kegiatan sampingan dari kuliah. Saya
pikir dan saya percaya, kalau saja mahasiswa diberikan kesempatan untuk
membantu pelaksanaan pencapaian tujuan/visi fakultas maka kami akan
dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih banyak dari yang orang
duga. Dengan adanya kebijakan pengembangan mahasiswa/kegiatan
kemahasiswaan yang sejalan dengan visi, misi fakultas dan dekan maka
usaha dan tampilan kerja mahasiswa dapat diarahkan kepada usaha bersama
yang lebih padu dengan usaha civitas akademika lain. Mahasiswa fakultas
psikolog memiliki energi dan kemampuan yang tidak dapat diremehkan
lagi.Apakah sudah ada evaluasi program yang sistematis dan terpadu atas
kegiatan pendidikan dan administrasi Fakultas Psikologi Unpad? Sebab
saya merasa bahwa masih ada kekurangan-kekurangan yang sebenarnya dapat
diatasi oleh sumber daya yang ada di lingkungan kita. Kegiatan Evaluasi
ini sebaiknya menyeluruh, misal apakah proses pendidikan sudah dilihat
mahasiswa sebagai jasa yang layak mereka terima, apakah proses
administrasi fakultas sudah optimal, apakah semua pihak sudah
melaksanakan kewajiban dan menerima hak yang sesuai dengan peran dan
usahanya ?Sudah terpikirkah perlunya ada departemen khusus yang
menangani fungsi Pengembangan Fakultas dan fungsi Humas Fakultas?
Tampaknya kehadiran staff khusus yang memikirkan pengembangan pelayanan
dan penyebaran informasi tentang fakultas sudah mendesak. Kita harus
mengalokasikan orang khusus untuk memikirkan dan melaksanakan
pengembangan sistem IT, evaluasi program pendidikan dan pengelolaan
informasi bagi civitas akademika maupun publik. Secara umum, menurut
saya hal-hal di atas yang harus kita renungkan dan lakukan sebagai
langkah awal dalam perbaikan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Bagaimana kita akan menerima mahasiswa asing, kalau proses registrasi,
penjadwalan kuliah, fasiltas perkuliahan dan hasil evaluasi masih belum
optimal, bagaimana mahasiswa asing akan tertarik untuk berkuliah di
kampus kita kalau organisasi mahasiswa dan kegiatan kemahasiswaan masih
belum mapan, kalau fasiltas komputer dan sistem informasi di kampus
masih dalam tahap perintisan, bagaimana kita akan menjadi fakultas
terkemuka dalam kualitas pendidikan dan penelitian kalau staff pengajar
kita masih sedikit yang dapat berbahasa asing secara aktif, mengenal
komputer dan internet, kalau perpustakaan fakultas belum dikelola
secara lebih rapih, kalau fasilitas penelitian dan budaya meneliti
belum dikenalkan sebagai sesuatu yang menarik kepada mahasiswa? Saya
pikir usaha ke arah perbaikan yang saya sampaikan sudah ada namun
bayangkan betapa banyak peningkatan yang kita capai kalau itu semua
dilakukan secara terencana dan terpadu sebagai suatu kesatuan.
Terimakasih dan saya harap tulisan saya ini tidak dianggap sebagai
sesuatu yang lancang dan mengganggu namun dipertimbangkan sebagai suatu
bentuk kepedulian salah satu anggota “Keluarga Besar Fakultas Psikologi
Unpad”. Japra (I1097019)
                                                      Menjelang Lustrum, 2001

Leave a Reply