Psikotes, Training dan Penelitian

Assalammualaikum Wr. Wb., Salam Sejahtera Bagi Kita Semua. Sementara
dunia kognitif mahasiswa fakultas Psikologi Unpad masih sibuk dirundung
pengetahuan dan praktikum pemeriksaan psikologi, perencanaan,
pengelolaan pelatihan dan penelitian-penelitian psikologi….dunia
terus berputar. Ranah Psikologi di dunia ilmu pengetahuan dan terapan
semakin meluas dan diakui. Bagi mahasiswa Fakultas Psikologi Unpad,
praktik perlindungan tenaga kerja, konseling dan terapi relaksasi saja
mungkin masih sesuatu yang belum jelas…..apalagi psikologi komunikasi
massa, psikologi negosiasi dagang dan kejahatan, psikologi hubungan
internasional dan masih banyak lagi kajian psikologi yang telah
berkembang.
Berikut penulis kutipkan sebuah artikel dari Kompas
untuk menambah wawasan rekan-rekan mahasiswa sekalian (walaupun membaca
Koran sekitar 45 menit sehari dari 24 jam hidup Anda lebih dianjurkan
Penulis!) Pemenang Nobel Ekonomi Tahun 2002 Daniel Kahneman (66) dan
Vernon L. Smith (75) bersama-sama memenangi hadiah Nobel Ekonomi tahun
2002. Kemenangan mereka itu diumumkan di Stockholm, Swedia, Rabu
(9/10). Mereka berdua dinilai berjasa mengembangkan teori ekonomi
sehingga lebih mampu menjelaskan fenomena kehidupan (ekonomi)
masyarakat modern. Hadiah uang yang akan diterima bersama oleh 2 warga
Negara AS itu sebesar 10 juta kronor (setara dengan 1,07 juta dolar
AS). Asumsi ekonomi tradisional mengatakan perilaku (ekonomi) rasional
manusia didorong oleh kepentingan pribadi. Dua ekonom tersebut
mengatakan perilaku seseorang tidak melulu didasari oleh kepentingan
pribadi. “Kahneman telah mengintegrasikan pemikiran-pemikiran dari
teori psikologi untuk menjelaskan perilaku masyarakat di bidang
ekonomi. Dengan demikian, dia memberikan landasan pada penelitian
bidang baru, yakni teori ekonomi baru yang didikung salah satu asset
pemikiran psikologi,” ujar Akademi Sains Kerajaan Swedia (The Royal
Swedish Academy of Sciences) yang menjadi panitia pemilihan dan
penyerahan penghargaan Nobel. Kahneman lahir di Tel Aviv tahun 1934,
meraih gelar sarjana muda dari Univ. Hebrew, Jerusalem, dalam bidang
Psikologi dan Matematika. Ia mendapatkan gelar Doktor bidang Psikologi
dari University of California. Ia merupakan seorang profesor ekonomi
tentang public affairs di Princeton University. Kahneman menemukan
bagaimana seseorang dapat mengambil keputusan jalan pintas, yang
melenceng dari prinsip-prinsip dasar ekonomi. Dia menemukan fenomena,
dimana seseorang mengambil keputusan berdasarkan rule of thumb (sebutan
bagi keputusan yang tidak didasarkan pada pemikiran yang mendalam namun
atas dasar perhitungan kasar atau sekilas, pada saat panic). Temuannya
dapat memberikan penjelasan mengenai dinamika bursa saham yang tidak
stabil. “Seorang investor bias tahu bahwa perilaku seorang fund manager
(pengelola dana investasi) sangat bias menentukan kenaikan harga
saham,” ujar Akademi. Secara singkat, berdasarkan teori ekonomi standar
diketahui bahwa fluktuasi harga saham suatu perusahaan dipengaruhi oleh
potensi keuntungan perusahaan. Jika perusahaan diperkirakan akan
mendapat keuntungan, investor akan membeli sahamnya agar mendapatkan
dividen. Sebaliknya saham akan dijual bila terdapat indikasi bahwa
perusahaan akan merugi atau tidak untung. Kenyataannya tidaklah
demikian yang terjadi di bursa saham. Tahun 2000 lalu, indeks saham di
Wall Street misalnya, melampaui angka 10.000 poin, bahkan sempat
melejit hingga sekitar 11.000 poin (maksudnya transaksi tinggi,
kenaikan harga saham tinggi –penulis-). Kenaikan tersebut juga diikuti
oleh kenaikan serupa di bursa-bursa lain di dunia. Akan tetapi,
lihatlah keadaan sekarang. Indeks di Wall Street sudah jatuh dibawah
kisaran 8.000 poin. Keadaan berubah cepat dan tak terduga. Itu tidak
bisa dijelaskan oleh teori ekonomi konvensional. Berdasarkan temuan
Kahneman, hal tersebut di atas terjadi karena faktor pemikiran singkat
investor dalam mengambil keputusan jual beli saham. Dia juga
menjelaskan adanya keinginan sejumlah orang untuk mengendarai mobilnya
beberapa kilometer dari rumah, hanya untuk mendapatkan potongan harga
barang yang tidak seimbang dengan jarak yang ditempuh, waktu yang
digunakan dan biaya bahan baker yang harus dikeluarkan. Namun konsumen
tetap memutuskan untuk pergi dan membeli barang dengan potongan harga
tersebut bahkan kalau hal tersebut menghasilkan kelelahan fisik juga.
Kahneman menggunakan pendekatan psikologi kognitif untuk mempelajari
keputusan manusia dan pembuatan keputusan (decision making? Problem
solving? –penulis-) yang terkesan emosional atau tidak logis menurut
pemikiran teori ekonomi konvensional. Vernon L. Smith adalah profesor
ekonomi dan hukum di George Mason Univ., Virginia, Amerika Serikat.
“Dia telah mengembangkan serangkaian metode eksperimen. Dia juga
menetapkan standar untuk memastikan faktor-faktor apa saja yang
dibutuhkan untuk mendukung eksperimen terpercaya di laboratorium,”
jelas Akademi (itu sih dosen kita juga harusnya bisa, ka nada jurusan
eksperimen –penulis-). Smirh meraih gelar sarjana muda bidang teknik
elektronik dari CalTech (California Institute of Technology) pada tahun
1949, Master of Arts bidang Ekonomi di University of Kansas pada tahun
1952 serta doktor ekonomi dari Harvard University, Cambridge, Amerika
Serikat. Smith memelopori percobaan-percobaan bidang ekonomi di
laborotorium (nah ini yang dosen kita belum terdengar dan terlihat
bisa! –penulis-). Belum pernah ada, ataupun terdengar teori ekonomiu
yang menggunakan laboratorium sebagai pengujiannya, seperti penelitian
ilmu pengetahuan alam. Smith menggunakan terowongan-terowongan angin
dalam melakukan penelitian laboratoriumnya. Dia melakukan simulasi
bagaimana harusnya perusahaan pembangkit tenaga listrik dideregulasi
(sebelumnya didominasi oleh Negara, mungkin kayak PLN di Indonesia
–penulis-). Dia merancang pola-pola deregulasi dan kemudian mencari
pola deregulasi mana yang paling efisien (Masya Allah, gak
kebayang…profesor psikologi dan hukum bikin penelitian ilmiah pake
tabung angin tentang deregulasi perusahaan! –penulis-). Smith memang
sangat terlibat dalam swastanisasi ketenagalistrikan di Australia dan
Selandia Baru (Pak, monggo mampir ke Indonesia –penulis-). Sebagai
konsultan di bidang itu, ia juga terlibat dalam diskusi serupa di
Amerika Serikat. Percobaan Smith telah dikembangkan sejak decade
1960-an. Percobaan serupa juga diterapkan untuk menguji mekanisme
lelang swastanisasi Perusahaan Negara dan tender pembelian barang untuk
pemerintah (Ibu Mega dan Pak Kwik, silakan baca laporan penelitiannya.
Orang BPPN dan Mendagri juga sekalian lah! –penulis-). Teori seringkali
kesulitan untuk menemukan mekanisme deregulasi atau mekanisme lelang
yang paling sesuai untuk diterapkan. Kesulitan tersebut bisa diatasi
lewat percobaan-percobaan laboratorium tersebut,” ujar Akademi mengenai
penelitian Smith. Smith juga mengevaluasi berbagai mekanisme slot-slot
waktu (keberangkatan dan kedatangan pesawat, mungkin? –penulis-) di
Bandara dengan menggunakan simulasi pasar, yang dibantu computer
(sesuatu yang masih dipake buat mengetik doing di Unpad –penulis-).
Juri Nobel menilai, ekonomi telah lama dinilai sebagai ilmu
non-eksperimental, di mana para peneliti ekonomi lebih mendasarkan diri
pada data-data observasi dunia nyata. Akan tetapi penelitian
laboratorium yang terkontrol telah muncul sebagai suatu bagian vital
penelitian ekonomi. Disarikan dari harian Kompas, Jumat, 11 Oktober
2002, halaman 12 (Reuters/AFP/MON). -o- Nah, bagi rekan-rekanku
mahasiswa fakultas Psikologi Unpad, akan kemana Anda? Tidak usah takut
ilmu Anda tidak akan terpakai. Tidak usah pula khawatir bahwa Anda
hanya akan berakhir memberikan pemeriksaan Psikologi atau mengerjakan
skoringnya saja. Tidak usah juga terlalu khawatir bahwa mungkin
pelatihan adalah bidang terapan Psikologi yang paling menarik bagi Anda
tapi banyak pesaing. Masih banyak bidang kajian dan terapan yang
berhubungan dengan Psikologi seperti telah diilustrasikan oleh kutipan
artikel di atas. Memang sekarang belum ada sistem major dan minor dari
perkuliahan (major psikologi, minornya manajemen ekonomi misalnya) di
Unpad. Skripsi yang ‘nyeberang’ ke disiplin ilmu lain pun masih susah
(padahal bisa dicoba pembimbingnya dari dua fakultas berbeda, kan?).
Saya selalu ingin bilang, kalau kita tidak bisa memindahkan gunung,
kitalah yang harus datangi gunung lalu panjat, gali menembusnya atau
bikin jalan sekelilingnya. Mungkin kita belum berhasil dan orang lain
yang akan menyelesaikannya, tapi kita kudu nyoba.

Praktisnya, kita coba saja baca bidang ilmu lain yang menjadi minat
utama kita, yang didukung oleh pengetahuan dan keterampilan psikologi
kita (misalnya ekonomi, politik, bahasa, film, atau apapun). Tapi kita
pelajari hal tersebut dengan serius dan manfaatkan penguasaan kita
tentang psikologi untuk membantu penguasaan hal tersebut. Siapa tahu
dalam 5 tahun saya akan dapat membaca tentang pemenang Nobel oleh
Doktor dalam bidang Psikologi Film, Psikologi Iklan, Psikologi
OlahRaga, Psikologi Transformasi Konflik Etnis, dsb yang merupakan
alumni Psikologi Unpad (atau psikologi manapun asal dari Indonesia lah!
–penulis-). Amin. Wassalammualaikum Wr. Wb., Damai di Bumi Bagi Kita
Semua.
Hormat saya, Fajar Anugerah
21/9/2004

Leave a Reply