Go West


Pet Shop Boys - Go West Lyrics


Saya merasa lagu ini merupakan seruan yang sesuai dengan apa yang akan saya sampaikan. Silakan baca sambil mendengarkan lagunya di http://www.youtube.com/watch?v=39KZ2afBtLU

Bagi teman-teman yang merasa bahwa karirnya tidak bisa lebih maju, atau merasa bahwa sebenarnya potensinya lebih besar daripada apa yang bisa ditawarkan oleh pekerjaannya di Indonesia sekarang, atau merasa ingin mengembangkan dirinya lebih lanjut. Ini seruan saya…Go West


Come on, come on, come on, come on


(Together) We will go our way
(Together) We will leave someday
(Together) Your hand in my hands


(Together) We will make our plans

Barat mana? Jawa Barat? Bukan…walaupun saya sangat mencintai Jawa Barat…yang saya maksudkan adalah negara-negara maju di belahan bumi bagian barat.

Kenapa pergi ke Barat? Di negara maju, peluangnya lebih besar bagi kawan-kawan yang merasa potensinya lebih besar daripada apa yang bisa ditawarkan di lini karirnya sekarang di Indonesia.
Bayangkan, mereka sekarang mengalami tingkat pertumbuhan hampir mendekati nol. Kebutuhan mereka akan tenaga ahli (maupun kasar, sebenarnya) sedemikian tingginya hingga mereka menawarkan banyak pekerjaan teknik ke luar negeri (outsourcing ke India dan Cina) dan juga mengundang banyak tenaga ahli, praktisi dan akademisi untuk bekerja dan mengajar di negara mereka.
Insentif dan remunerasi yang ditawarkan di negara-negara ini jelas jauh lebih tinggi dibandingkan yang bisa (sebagian besar) kita dapatkan di Indonesia. Walaupun biaya hidup dan pajaknya juga lebih tinggi, gaya hidup kita yang (cenderung) sederhana (dibandingkan mereka) dan standar kehidupan yang lebih nyaman (walaupun terlalu nyaman bagi saya) membuat rencana pergi ke Barat ini lebih menarik.

Sebagai ilustrasi, pekerjaan merapikan buku dan mengkatalogkan judul buku, yang saya dapat di Universitas, dihargai sekitar 7 pounds per jam…kalikan angka tersebut dengan 18000 utk konversi ke rupiah!
Ini hanya pekerjaan casual tentunya dan kita harus hitung pajak pendapatan mereka (yang sebenarnya berfungsi sebagai insurance dan social security ketika tua nanti…kita tinggal hidup dari tunjangan pemerintah yang dikumpulkan dari pajak gaji kita tersebut).
Pekerjaan kasar seperti tukang bersih-bersih digaji sekitar 5 pounds, data entry clerk sekitar 6 pounds, pekerjaan yang lebih membutuhkan keahlian bisa hingga 10 pounds per jamnya.
Biaya hidup di kota saya, Colchester…dengan 700 pounds (dari tunjangan beasiswa) Telie dan saya sudah bisa hidup berkecukupan…makan masak sendiri, daging seminggu 2-3 kali, bisa nonton sebulan 1 x, beli buku 2-4 setiap bulannya dan menabung.

Mari kita sama-sama rencanakan pergi ke Barat


(Together) We will fly so high


(Together) Tell all our friends goodbye
(Together) We will start life new
(Together) This is what we’ll do

(Go West) Life is peaceful there
(Go West) In the open air
(Go West) Where the skies are blue


(Go West) This is what we’re gonna do

Di negara-negara Barat, selain angka pertumbuhan makin mendekati nol, laju perekonomian makin cepat namun masyarakat produktifnya semakin tidak produktif. Walaupun saya tidak (belum) bisa memberikan angka empirik, teman-teman bisa google harian-harian terkemuka di negara-negara maju. Terutama cari artikel mengenai semangat kerja dan aspirasi masa depan generasi mudanya. Kebanyakan generasi muda di negara-negara maju ini dilihat sebagai semakin tidak produktif, karena mereka semakin terbiasa dengan gaya hidup santai, konsumtif dan hedonis.

Kawan-kawan juga bisa baca bahwa sebagian besar negara maju mengalami kecemasan mengenai laju pertumbuhan imigran. Di satu sisi, para imigran semakin memainkan peranan penting dalam aktivitas ekonomi mereka…mulai dari pekerjaan kasar hingga spesialis (dokter, financial manager, social worker, creative media worker, adminstration worker, dsb) mulai diambil alih oleh para imigran, kebanyakan dari Eropa Timur dan Asia. Orang-orang dari negara berkembang seperti kita, tidak terlalu cerewet masalah health insurance misalnya, tapi bekerja lebih tekun dan bersemangat dibandingkan para pekerja lokalnya. Dalam hal ini, perekonomian mereka diuntungkan oleh tenaga kerja murah, siap pakai dan (dalam banyak kasus) dispensable.
Di sisi lain, tenaga kerja lokal mereka semakin tidak kompetitif. Tenaga kerja lokal cenderung menuntut terlalu banyak, bekerja tidak sekeras para immigran dan cenderung terbatas dalam hal pengembangan diri dan karir.
Ada pengalaman menarik dari Telie, ketika ia bekerja di sebuah Residential Care for Elderly (Panti Jompo bahasa Indonesianya mah)…dia berbincang-bincang dengan anak-anak usia 18-20 tahun yang bekerja di sana (BTW, istriku ini disangka berumur 14 tahun lho…umur legal utk bekerja di UK), dia bertanya kepada mereka mengenai cita-cita mereka…jawabannya adalah ya pekerjaan yang mereka lakukan sekarang itu juga sudah cukup.
Kemudian teman-teman juga bisa cari tahu angka lulusan pendidikan tinggi di sini. Kebanyakan sarjana/undergrad, mahasiswa S2/Master, doktoral dan post-doctoral adalah mahasiswa internasional (bukan dari negara yang bersangkutan).

Jadi peluang terbuka luas bagi kawan-kawan yang mau belajar di LN ataupun mencari penghidupan.


(Go West, this is what we’re gonna do, Go West)

(Together) We will love the beach
(Together) We will learn and teach
(Together) Change our pace of life
(Together) We will work and strive

Percayalah kepada saya ketika saya bilang, kalau kita pernah ke LN (bukan utk shopping tentunya)…kita akan menjadi orang yang berbeda. Minimal wawasan kita akan lebih luas, dengan bertemu dan berinteraksi secara intensif di komunitas yang berbeda latar belakang budayanya. Kita juga bisa belajar tentang disiplin mereka tentang waktu, yang kemungkinan besar dibentuk oleh kebiasaan hidup dengan 4 musim, sehingga menghargai waktu yang bisa digunakan untuk menikmati matahari dan beraktivitas di cuaca yang mendukung.

Kalau teman-teman tipe pejuang, pekerja keras dan punya mimpi yang tinggi. Pergi ke Barat mungkin adalah alternatif yang menarik.

(I love you) I know you love me

            (I want you) How could I disagree?
            (So that’s why) I make no protest
            (When you say) You will do the rest

            (Go West) Life is peaceful there
            (Go West) In the open air
            (Go West) Baby you and me
            (Go West) This is our destiny (Aah)

             (Go West) Sun in wintertime
            (Go West) We will do just fine
            (Go West) Where the skies are blue
            (Go West, this is what we’re gonna do)

            There where the air is free
            We’ll be (We’ll be) what we want to be (Aah aah aah aah)
            Now if we make a stand (Aah)
            We’ll find (We’ll find) our promised land (Aah)

            (I know that) There are many ways
            (To live there) In the sun or shade
            (Together) We will find a place
            (To settle) Where there’s so much space

Apakah semudah itu untuk bekerja di negara Barat? Tentu tidak…ada hal-hal yang harus kita siapkan.
Pertama-tama, kita harus punya kemampuan bahasa yang memadai…sebaiknya bukan hanya dibuktikan melalui sertifikasi ujian bahasa…namun juga dari kemampuan kita untuk melakukan percakapan formal presentasi, menulis laporan profesional dan membaca literatur ilmiah/laporan kerja.
Kedua, kita sebaiknya punya pengalaman kerja yang cukup di bidang kita masing-masing. Tentunya perusahaan-perusahaan dan institusi akademik tidak akan menerima orang-orang yang akan bisa memberikan kontribusi apa-apa atau tidak punya potensi/modal untuk dikembangkan. Walaupun kita ingin melamar sebagai tukang bersih-bersih, ada baiknya kita menguasai dengan sebenar-benarnya pekerjaan bersih-bersih tersebut (jenis pembersih, cara membersihkan, perlengkapan membersihkan, dsb).
Ketiga, kita menguasai ICT. Kemampuan komputer dan teknologi informasi merupakan sesuatu yang akan bisa menentukan apakah kita bisa bisa meloncati jurang pemisah preferensi para perusahaan & institusi tersebut pada tenaga kerja dan akademisi lokal. (Terserah percaya atau tidak, anak-anak muda di UK…terampil menggunakan IPod tapi tidak tahu fungsi2 di HPnya sendiri…profesional muda di sini, tidak bisa mengoperasikan DVD player dan HiFi set tanpa sesekali bertanya pada helpline atau memanggil teknisi :D).
Keempat, kita memiliki kesungguhan dan etos kerja yang baik. Sikap kerja yang Can-Do dan selalu berorientasi pada pengembangan diri dan inovasi adalah sesuatu yang akan menentukan laju karir kita di sini.

  (Without rush) And the pace back east

            (The hustling) Rustling just to feed
            (I know I’m) Ready to leave too
            (So that’s what) We are gonna do

            (What we’re gonna do is
            Go West) Life is peaceful there
            (Go West) There in the open air
            (Go West) Where the skies are blue
            (Go West) This is what we’re gonna do

            (Life is peaceful there)
            Go West (In the open air)
            Go West (Baby, you and me)
            Go West (This is our destiny)

            Come on, come on, come on, come on

Saya bukan seorang anti nasionalis. Saya hanya ingin menggugah teman-teman yang potensinya besar namun "terjebak" dalam kotak.
Saya bahkan menyarankan bahwa ketika kita sudah merasa cukup ilmu, cukup kemampuan dan cukup kesejahteraan (kalau bisa merasa cukup :D) agar ktia kembali lagi ke Timur…kembali lagi ke negara kita. Kita coba kembangkan negara kita ini supaya bisa mengembangkan hal-hal positif yang kita temui di Barat namun mempertahankan hal-hal positif di Negara kita.
Percayalah…sebaik-baiknya negeri orang lebih baik negeri sendiri. Lagi pula, pensiun di negeri sendiri dengan tabungan kurs luar negeri pasti akan terasa lebih "sejahtera" :D

(Go West) Sun in wintertime
(Go West) We will feel just fine
(Go West) Where the skies are blue
(Go West) This is what we’re gonna do

(Come on, come on, come on)
(Go West)

(Go West)
(Go, ooh, go, yeah)
(Go West)
(Go, ooh, go, yeah)
(Go West)
(Go, ooh, go, yeah)
(Go West)
(Go, ooh, go, yeah)
(Gimme a feelin’)
(Gimme a feelin’)
(Go West)
(Gimme a feelin’)
(Gimme a feelin’)
(Go West)
(Gimme a feelin’)
(Gimme a feelin’)

Leave a Reply